Monthly Archives: September 2016

Pipa Gas Bumi Lebih dari 1.680 Km untuk Masyarakat

c7629f87-8968-43c1-8f41-58a631d206a6_169

Sebagai perwujudan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar Gas yang dicanangkan oleh pemerintah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) berencana untuk membangun pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 kilometer.

Pembangunan ini dimulai tahun 2016 hingga tahun 2019. Hal ini guna memperkuat jaringan infrastuktur gas untuk pemanfaatan gas bumi dalam negeri.  Diruktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengungkapkan bahwa pembangunan pipa tersebut akan bersifat Open Access.

Infrastruktur pipa gas sepanjang lebih dari  1.680 km ini meliputi pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa Distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya.

Program penambahan pipa gas  ini sepenuhnya dibangun atas investasi PGN sendiri tanpa mengandalkan APBN. Dengan dibangunnya pipa gas bumi tersebut, PGN dapat menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Hal ini menciptakan penghematan hingga  Rp 88,03 triliun per tahun.

Menurut Hendi pipa gas bumi yang sudah dibangun oleh PGN hampir 76%  pipa gas nasional. Berangkat dari hal ini Hendi memprediksi jumlah tersebut akan meningkatkan kemampuan penyaluran gas PGN mencapai 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

Program penambahan ruas pipa PGN juga  merampungkan pembangunan pipa transmisi gas bumi open access Kalimantan – Jawa (Kalija) I yang memiliki panjang lebih dari 200 km.

Pasokan gas PGN meliputi lebih dari 107.690 rumah tangga, 1.857 usaha kecil, mal, restoran hingga rumah makan, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber:

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160314122444-85-117208/pgn-bangun-pipa-gas-bumi-1680-km-hingga-2019/

http://www.neraca.co.id/article/66763/pgn-bangun-pipa-gas-sepanjang-1680-km-perkuat-infrastruktur

http://industri.kontan.co.id/news/pgn-tambah-pipa-gas-1680-km-hingga-2019

Image:

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160314122444-85-117208/pgn-bangun-pipa-gas-bumi-1680-km-hingga-2019/ (Dok. Perusahaan Gas Negara)

Iklan

Gas Bumi, Energi Baik Untuk Industri di Indonesia

 

PGN FSRU Lampung (kanan), menerima tambahan pasokan kargo kedua gas LNG (gas alam cair) dari kilang LNG Tangguh Papua di perairan Labuan Maringgai, Lampung, Senin (27/10).

 

Industri yang mengalami kemajuan pesat menjadi kabar baik bagi perekonomian negara. Namun tantangan berikutnya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Hal ini menjadi penting karena berujung pada daya saing yang berdampak pada perekonomian negara. Oleh karena itu pemerintah menjadikan ketahanan energi menjadi wancana utama saat ini.

Ketergantungan kita terhadap BBM menjadi permasalahan  dikarenakan persediaan yang terbatas dan semakin menipis. Menjawab hal ini maka perlu segera peralihan dari penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.

Seiring dengan kampanye pemerintah tersebut, Perusahaan Gas Negara (PGN) menyambut positif hal tersebut. Karena menjadikan potensi  pasar yang menjanjikan, dan terus mengoptimalkan jaringan infrastruktur dalam melayani pelanggan dari berbagai segmen.

Perusahaan Gas Negara berharap dapat pasokan gas untuk didistribusikan lebih banyak  ke pelanggan pada sektor industri. Pada tahun 2011, PGN sempat mengalami kekurangan pasokan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi sektor industri maupun pelanggan lainnya.

Akhirnya dengan berdirinya FSRU Lampung, Kekurangan gas tersebut dapat diatasi. Pasokan gas bumi kepada sektor industri ini akan terus bertambah dengan adanya peningkatan kebutuhan gas dan berkembangnya industri di Lampung.

Menurut Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN Djoko Saputro, PJBG dengan sektor industri di Lampung merupakan hal penting bagi upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi, sebagai energi baik yang efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan Gas Bumi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan produktifitas industri, sehingga sektor ekonomi di Lampung akan tumbuh semakin tinggi.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber:

http://www.neraca.co.id/article/42119/membangun-kemandirian-dengan-energi-bersih-inovasi-pgn-untuk-pemanfaatan-gas

http://www.kemenperin.go.id/artikel/1211/Kebutuhan-Industri-PGN-Komitmen-Pasok-Gas-untuk-Industri

http://esdm.go.id/berita/40-migas/6857-mulai-agustus-fsru-lampung-salurkan-gas-ke-industri.html

Image:

http://lampungcentre.com/mulai-april-fsru-lampung-salurkan-11-juta-m3-kargo-lng.html


Peningkatan Gas Bumi dengan FSRU Lampung

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih kurangnya Infrastruktur berupa pipa gas bumi maupun fasilitas lainnya. Minimnya keberadaan infrastruktur tersebut, membuat gas bumi Indonesia belum dapat dimanfaatkan dalam negeri.

Untuk itu Pemerintah memberi apresiasi kepada Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam pembangunan Floating Storage and Regasification (FSRU) Lampung. FSRU Lampung merupakan salah satu keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur gas bumi.

1530551fsru-pgn-2780x390

Keberadaan FSRU Lampung sangat strategis karena dapat meningkatkan produksi LNG dan mengurangi ekspor LNG ke luar negeri. Hal ini dapat mengingkatkan pemanfaatan sumber daya bagi perekonomian nasional.

PGN FSRU Lampung merupakan salah satu FSRU terbesar di dunia. Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN Djoko Saputro menjelaskan, pembangunan FSRU Lampung oleh PGN merupakan bagian integral dari proyek gas bumi yang terintegrasi.

FSRU Lampung terintegrasi dengan jaringan pipa yang terhubung dengan transmisi dan distribusi, sehingga dapat digunakan secara luas. Pasokan LNG untuk FSRU Lampung didapat dari kilang LNG Tangguh, Papua.

Pada tanggal 8 September 2016, PSRU Lampung telah menyerap pasokan LNG dari kapal Tangguh, Papua yang kelima. Direktur Utama PT. PGN LNG Indonesia, Mugiono mengatakan bahwa PGN telah menyelesaikan loading kargo LNG yang kelima dari rencana delapan kargo yang dialokasikan dari kilang Tangguh, Papua.

Dari FSRU Lampung, gas akan dialirkan melalui pipa bawah laut menuju stasiun penerima di Labuan Maringgai. Dari sini akan terhubung dengan pipa South Sumatera West Java, sehingga gas dapat langsung didistribusikan ke seluruh pelanggan PGN.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

 

Sumber:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/

http://esdm.go.id/berita/40-migas/l

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/

Image:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/ (dok.PGN)


Kita Mendekat ke Papua

Siapa yang tidak mengetahui Raja Ampat, salah satu keindahan alam yang terdapat di Papua. Keragaman tumbuhan, hingga kekayaan alam pegunungan membuat Papua memiliki pesonanya sendiri.

Selain keindahan yang dimiliki oleh Papua, ternyata juga memiliki tantangannya sendiri. Tantangan untuk membuat infrastruktur dan membuat konstruksi bangunan. Oleh karena kondisi tersebut yang menimbulkan keterisolasian dan kesulitan menjangkau wilayah pedalaman di Papua.

Kesulitan kesulitan ini tentunya mengharuskan pemerintah mencari solusi. Trans Papua merupakan alternatif yang menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. It’s not gonna be easy, but yet its not impossible to do!.

Trans Papua merupakan pembangunan jalan sepanjang 4.325 kilometer yang dapat menyambungkan provinsi Papua dengan Papua Barat. Tujuan utama dari pembangunan tersebut adalah membuka isolasi dari Wasior, Papua Barat hingga Yukihimo, Papua.

peta-trans-papua

 

Saat ini  pembangunan Trans Papua menunjukkan perkembangan hampir 85%.  Saat ini yang sudah tersambung sepanjang  3.667 kilometer. Proyek pembangunan Tans Papua yang terdiri dari 12 paket dengan kebutuhan dananya mencapai Rp 40 triliun.

Papua memerlukan pembangunan dan perhatian yang lebih baik, kini sudah dimulai oleh Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat dan kedepan kita ingin melihat adanya sinergis para stake holder dalam membangun Papua yang lebih baik.

Sumber:

http://papuanews.org/trans-papua-strengthening-the-connection/ 

http://www.wilayahperbatasan.com/jalan-trans-papua-membuka-isolasi-wilayah-perbatasan-papua/

http://katadata.co.id/berita/2016/06/02/tinggal-15-persen-jalan-trans-papua-yang-belum-tersambung


Dari Hewan Kurban Hingga Gas Bumi

Tepat tanggal 12 September 2016, Umat muslim merayakan hari Idul Adha. Dimana kaum muslim sibuk menyiapkan sejumlah hewan kurban, Tak terkecuali PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk  (PGN).

 

saeful-hadi-sebagai-sales-area-head-pgn-tribunmedan_20160910_172312

 

Idul Adha kali ini, PGN menyiapkan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat diantaranya Batam dan Medan.  PGN menyerahkan sebanyak 143 hewan kurban ke 70 lokasi yang terbesar di wilayah Medan, Sumatera Utara. Sedangkan untuk wilayah  Batam, PGN  menyerahkan 42 ekor hewan kurban kepada masyarakat. Hewan yang dibagikan terdiri dari 38 kambing dan empat ekor sapi.

Seperti diketahui, untuk wilayah Medan, PGN telah memasok gas bumi ke 20.085 pelanggan, yang terdiri dari 45 industri besar, 436 usaha kecil menengah, 61 usaha komersial seperti cafe dan restoran serta hotel, dan 19.543 rumah tangga.

Penyaluran gas di wilayah Batam PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari pembangkit listrik, industri, komersial, sosial dan rumah tangga.

Selama ini, penyaluran gas bumi  berjalan dengan baik dan lancar. Pelanggan yang menggunakan gas bumi PGN merasakan penghematan yang cukup signifikan, mudah dalam penggunaanya dan aman. Tentunya hal ini memudahkan masyarakat untuk mengolah makanan terutama daging.

“Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber:

http://medan.tribunnews.com/2016/09/10/pgn-bagikan-143-hewan-kurban-di-medan

http://mediacenter.batam.go.id/berita-pgn-batam-bagikan-hewan-kurban-di-wilayah-operasional.html

http://batamtoday.com/berita77746-PGN-Area-Batam-Serahkan-42-Ekor-Hewan-Kurban-ke-Masyarakat.html


Bukan Sulap, Energi Alternatif dari Kulit Padi

SEKAM atau kulit terluar dari gabah saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejauh ini pemanfaatan sekam padi sebagai pengisi dan pembakaran bata merah yang menjadi industri masyarakat pedesaan pada musim kemarau dan juga sebagai penambah pakan ternak.

Sebagai limbah dari hasil penggilingan padi, sekam dapat dikatakan memiliki masalah sendiri. Jumlahnya yang banyak membutuhkan tempat yang besar, proses penghancurannya lambat . Hal ini jika tidak segera diolah akan berdampak pada lingkungan.

Alasan inilah yang menjadi hal utama agar sekam dapat diolah sebagai sumber energi alternatif. Selain dapat mengurangi limbah, namun juga dapat memenuhi sumber energi kepada masyarakat. Adapun pengolahan sekam menjadi energi alternatif dapat berupa kompor maupun berupa briket sekam.

komporsekam140808

Kompor yang dimodifikasi  menjadi Kompor sekam yang praktis dan murah, sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat luas. Fungsi kompor sekam, bisa sebagai alat substitusi menggantikan 100 persen minyak tanah. Namun, bisa juga sebagai komplementasi, yang bisa mengurangi biaya pembelian minyak tanah.

Untuk lebih memudahkan diversifikasi penggunaan sekam, bentuk yang lebih sederhana, praktis dan tidak voluminous. Bentuk tersebut adalah arang sekam maupun briket arang sekam. Arang sekam dapat dengan mudah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang tidak berasap dengan nilai kalori yang cukup tinggi.

briket2-dsc02000

Pemanfaatan sekam sebagai bahan energi alternatif diharapkan dapat membantu masyarakat melepas ketergantungan pada bahan bakar minyak. Selain harganya yang bisa dibilang murah,limbah sekam banyak dijumpai secara Indonesia merupakan negara penghasil padi lumayan besar.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si Nergi

Sumber:

http://indonesiaindonesia.com/f/13193-kompor-sekam-sumber-energi-murah-meriah/

http://bit.ly/litbang.pertanian.go.id

http://www.mongabay.co.id/2014/08/14/sekam-padi-di-merauke-jadi-sumber-energi-bagaimana-caranya/

 http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1218705317/kompor-sekam-padi


Bukan Sulap, Energi Alternatif dari Kulit Padi

SEKAM atau kulit terluar dari gabah saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejauh ini pemanfaatan sekam padi sebagai pengisi dan pembakaran bata merah yang menjadi industri masyarakat pedesaan pada musim kemarau dan juga sebagai penambah pakan ternak.

Sebagai limbah dari hasil penggilingan padi, sekam dapat dikatakan memiliki masalah sendiri. Jumlahnya yang banyak membutuhkan tempat yang besar, proses penghancurannya lambat . Hal ini jika tidak segera diolah akan berdampak pada lingkungan.

Alasan inilah yang menjadi hal utama agar sekam dapat diolah sebagai sumber energi alternatif. Selain dapat mengurangi limbah, namun juga dapat memenuhi sumber energi kepada masyarakat. Adapun pengolahan sekam menjadi energi alternatif dapat berupa kompor maupun berupa briket sekam.

komporsekam140808

Kompor yang dimodifikasi  menjadi Kompor sekam yang praktis dan murah, sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat luas. Fungsi kompor sekam, bisa sebagai alat substitusi menggantikan 100 persen minyak tanah. Namun, bisa juga sebagai komplementasi, yang bisa mengurangi biaya pembelian minyak tanah.

Untuk lebih memudahkan diversifikasi penggunaan sekam, bentuk yang lebih sederhana, praktis dan tidak voluminous. Bentuk tersebut adalah arang sekam maupun briket arang sekam. Arang sekam dapat dengan mudah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang tidak berasap dengan nilai kalori yang cukup tinggi.

briket2-dsc02000

Pemanfaatan sekam sebagai bahan energi alternatif diharapkan dapat membantu masyarakat melepas ketergantungan pada bahan bakar minyak. Selain harganya yang bisa dibilang murah,limbah sekam banyak dijumpai secara Indonesia merupakan negara penghasil padi lumayan besar.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si Nergi

Sumber:

http://indonesiaindonesia.com/f/13193-kompor-sekam-sumber-energi-murah-meriah/

http://bit.ly/litbang.pertanian.go.id

http://www.mongabay.co.id/2014/08/14/sekam-padi-di-merauke-jadi-sumber-energi-bagaimana-caranya/

 http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1218705317/kompor-sekam-padi